Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 September 2012

Makan Pedas tanpa Sakit Perut? Ini Dia Caranya

Makan Pedas tanpa Sakit Perut? Ini Dia Caranya
Sakit Perut/Ilustrasi

Hobi makan pedas tapi ogah sakit perut? Tenang saja, ada solusi yang murah meriah. Konsultan Gastro Entero-Hepatologi Ari Fahrial Syam mengatakan, pada dasarnya tak masalah jika seseorang senang mengonsumsi makanan yang sarat akan cabai. Namun, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara membuat makanannya dan bagaimana menimbulkan rasa pedas.

Cabai, jelas Ari, mengandung serat dan vitamin C dengan dosis tinggi. Selain itu, dalam cabai juga terdapat antioksidan yang baik bagi kesehatan tubuh. Tetapi, apabila rasa pedas pada cabai ini terlalu tajam layaknya asam dari cuka, akan mengakibatkan gangguan pencernaan, kata Ari.

Hal tersebut yang membuat orang terkadang merasa perutnya tak nyaman seusai mengonsumsi makanan yang terlalu pedas. Tetapi sebaliknya, jika dikonsumsi secara seimbang, rasa pedas pada cabai ini dapat meningkatkan nafsu makan dan menghilangkan rasa kantuk. Bahkan, dalam beberapa keadaan tertentu, akan sangat membantu bagi orang-orang yang sedang mengalami flu atau pilek.


Pria kelahiran Jakarta ini mengungkapkan, efek konsumsi cabai berlebih dapat menyebabkan lambung menjadi perih. Selain itu, penyakit lain yang biasa diderita oleh orang yang suka dengan menu sarat akan cabai ini adalah diare. Pada orang dengan usia tertentu atau yang sudah tua, sebaiknya jangan banyak mengonsumsi cabai, ujarnya.

Ari menambahkan, meski konsumsi berlebihan dapat mengakibatkan diare dan tak baik bagi lambung, cabai sebenarnya tidak memiliki efek jangka panjang. Ia menyarankan, untuk mencapai rasa pedas, sebaiknya berhenti pada batas cukup meski memang pada sebagian orang ada toleransinya. Semua bilang pedas, yang benar-benar menggilai cabai pasti bilang belum pedas.

Ari juga menambahkan, orang-orang yang memiliki penyakit mag akut sebaiknya tak terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas karena dapat bermasalah pada lambungnya. Ia juga tak menyalahkan adanya beberapa saran yang menyebutkan bahwa seusai makan makanan pedas banyak mengonsumsi air.
Air di sini berfungsi sebagai pengencer. Efek pedas di mulut karena capsaicin (senyawa yang memberikan rasa panas pada cabai) akan berkurang karena minum air. Selain itu, di lambung, sifat air ini juga cenderung baik.
Redaktur: Endah Hapsari
Reporter: Nina Chairani

Selasa, 28 Agustus 2012

Bahaya Mandikan Anak dengan Air Dingin

Bahaya Mandikan Anak dengan Air Dingin
Balita mandi


Dokter spesialis anak dari RS. Brawijaya Women and Children Hospital, dr. Attila Dewanti, SpA, mengatakan bahwa sangatlah berbahaya bila memandikan bayi dengan menggunakan air dingin.

"Bayi usia enam bulan ke bawah, sebaiknya dimandikan menggunakan air hangat, karena air dingin bisa membuat bayi mengalami hipotermia," ujar Attila pada satu media edukasi di Jakarta, Senin (27/8).

Hipotermia atau suhu tubuh yang menurun secara drastis dan tiba-tiba, akan dialami oleh bayi akibat lapisan kulit bayi yang masih terlampau tipis, kata Attila.

Dia juga mengemukakan bahwa hipotermia pada bayi, biasanya membuat bayi lupa cara bernapas. "Inilah hal yang paling membahayakan para bayi," ujar Attila.

Attila mengimbau, sebaiknya bayi di bawah usia enam bulan dimandikan dengan air bersuhu antara 29 sampai dengan 30 derajat celsius, karena suhu itu dianggap cukup hangat dan aman bagi kulit dan paru-paru bayi.

"Pada usia enam bulan, sistem tubuh pada bayi normal sudah cukup siap untuk menerima asupan makanan lain selain susu, atau suhu yang berbeda dari suhu di dalam rahim," pungkas Attila.

JAKARTA - Memandikan bayi tampaknya hal sepele, namun masalah suhu air saja bisa berakibat fatal pada kesehatan bayi.


Berita Terkait
REPUBLIKA.CO.ID,

Selasa, 21 Agustus 2012

6 Makanan yang Bisa Bantu Tidur Nyenyak


Kekurangan tidur bisa menurunkan kekebalan tubuh, tetapi kebanyakan tidur pun bisa memberikan pengaruh buruk.

Tidur nyenyak pada malam hari bagi sebagian orang bukan masalah. Tapi, bagi mereka yang masih terbawa stres karena pekerjaan dan masalah lainnya, tidur lelap sulit didapatkan.
Esther B. Horn, ahli diet dan nutrisi di New York City dan pengelola laman EatDrinkandbeGorgeous.com mengatakan untuk mendapatkan tidur nyenyak, orang perlu menghindari kafein dan gula beberapa jam sebelum waktu tidur.
"Kafein dan gula akan membuat seseorang terjaga lebih panjang. Kafein dan makanan-makanan yang mengandung gula bisa mengganggu ritme tubuh. Dua hal ini mungkin berguna untuk orang yang begadang, namun akan mengganggu tidur nyenyak," ujarnya.
Nah, enam makanan berikut ini justru baik, serta membantu tidur Anda menjadi lebih nyenyak.
  1. Pisang memiliki kandungan melatonin dan tryptophan yang memberi sinyal pada otak untuk tidur. Buah ini juga memiliki kandungan magnesium yang membuat otot tidak tegang.
  2. Daging kalkun kaya akan asam amino tryptophan yang membantu tidur Anda lebih nyenyak. Kandungan pada daging kalkun juga membantu otak memproduksi serotonin untuk tidur, neurotrasmiter untuk relaksasi, serta melatonin yaitu hormon saraf yang belakangan ini banyak ditemukan pada obat tidur.
  3. Susu hangat adalah sumber tryptophan yang memberi efek menenangkan dan membuat tubuh rileks.
  4. Kentang termasuk umbi-umbian yang tidak akan menyebabkan peningkatan gula darah. Ketika dikonsumsi, kandungan karbohidrat kentang rendah dan kaya tryptophan.
  5. Yogurt. Semua makanan yang membantu tidur nyenyak sebaiknya tidak mengenyangkan, salah satunya yogurt. Kandungan pada yogurt hampir sama dengan susu tapi lebih rendah lemaknya.
  6. Oatmeal. Semangkuk oat yang dimasak merupakan sumber melatonin yang baik. Ditambah susu, oatmeal akan membantu tidur Anda lebih nyenyak. Makanan ini selain menghangatkan perut juga kaya serat dan mengenyangkan.